Dibentuk untuk memikul lingkup penuh.

THE CONSTRUCTION CONTRACTOR adalah kontraktor EPC yang berbasis di Jakarta, bekerja untuk pabrik, gudang, dan gedung komersial di Jabodetabek serta sabuk industri di sekitarnya.

Kami perusahaan baru, dan kami tidak akan berpura-pura punya rekam jejak puluhan tahun. Yang bisa kami tunjukkan adalah caranya: urutan kerja yang tertulis lengkap, keluaran yang bisa diperiksa di tiap fase, dan pertanyaan yang kami ajukan sebelum menyebut angka. Semuanya ada di situs ini untuk Anda nilai sendiri.

Kait crane industri menggantung dari struktur atap di dalam bangunan pabrik

Cara kami bekerja

Bukan nilai perusahaan yang ditempel di dinding, melainkan aturan yang benar-benar mengubah keputusan kami di proyek.

  1. Masalah ditemukan lebih awal, bukan lebih murah

    Perubahan pada Fase 01 hampir tidak berbiaya. Perubahan yang sama pada Fase 05 berarti membongkar pekerjaan yang sudah jadi. Karena itu kami memakai waktu lebih banyak di depan, dan menolak melewati studi kelayakan hanya untuk terlihat cepat.

  2. Satu penanggung jawab, bukan rantai penunjukan

    Kalau desain, pengadaan, dan pelaksanaan dipegang pihak berbeda, celah di antaranya jatuh ke pemilik proyek. Kami memegang ketiganya supaya tidak ada ruang saling menunjuk ketika ada yang tidak beres.

  3. Angka disampaikan dengan rentang ketelitiannya

    Estimasi awal kami sebut ±25 persen karena memang segitu ketelitiannya. Kami tidak menyebut satu angka pasti di awal, lalu menagih perubahan lingkup di tengah proyek.

  4. Dokumen adalah bagian dari pekerjaan

    As-built, hasil uji, manual O&M, dan sertifikat bukan lampiran administratif. Tim maintenance Anda akan memakainya selama puluhan tahun, dan tanpa itu SLF tidak terbit.

  5. Keselamatan diukur, bukan dipajang

    Induksi pekerja, inspeksi berkala, dan pelaporan insiden berjalan tercatat. Kami melaporkan angkanya kepada klien, termasuk ketika angkanya tidak bagus.

Yang tidak kami lakukan

Lebih berguna diketahui di awal daripada ditemukan di tengah proyek.

  • Menyebut harga per meter persegi sebelum melihat kondisi tanah, kebutuhan utilitas, dan spesifikasi lantai.
  • Menandatangani desain pihak lain tanpa melakukan review dan menyampaikan temuannya secara tertulis.
  • Menyerahkan bangunan tanpa SLF dan riksa uji selesai, karena risikonya jatuh ke pemilik.
  • Menerima jadwal yang hanya bisa dicapai dengan melewati pengujian material atau commissioning.

Urutan kerja delapan fase adalah bagian paling konkret dari cara kami bekerja.

Baca urutan kerjanya

Ceritakan proyeknya.

Kirim garis besar: lokasi, perkiraan luas, jenis proses, dan target mulai produksi. Kami balas dengan pertanyaan yang perlu dijawab sebelum angka apa pun masuk akal.

Surel
halo@tccontractor.id
Telepon
+62 21 0000 0000
Jam kerja
Senin–Jumat, 08.00–17.00 WIB