Urutan kerja EPC, fase demi fase.

Setiap fase di bawah punya halaman sendiri berisi pekerjaan yang kami lakukan, dokumen yang Anda terima di akhir fase, durasi tipikal, dan acuan standar yang dipakai.

Urutan kerja

  1. Perencanaan & Studi Kelayakan

    Menguji apakah proyek layak dibangun pada lahan, anggaran, dan jadwal yang tersedia.

    2–6 minggu Yang kami kerjakan

  2. Desain & Rekayasa

    Mengubah kebutuhan produksi menjadi gambar kerja, perhitungan, dan spesifikasi yang bisa dibangun.

    4–12 minggu Yang kami kerjakan

  3. Perizinan & Kepatuhan

    Mengurus PBG, dokumen lingkungan, dan rekomendasi teknis sampai proyek sah dibangun.

    4–16 minggu, berjalan paralel dengan desain Yang kami kerjakan

  4. Pengadaan

    Menender paket kerja, mengunci vendor, dan memesan barang berjangka panjang tepat waktu.

    6–20 minggu, berjalan menerus Yang kami kerjakan

  5. Pekerjaan Sipil & Struktur

    Menyiapkan lahan, menanam pondasi, dan mendirikan struktur beton serta baja.

    12–32 minggu, bergantung luas dan jenis pondasi Yang kami kerjakan

  6. Arsitektur & Selubung

    Menutup bangunan: atap, dinding, fasad, lantai, pintu industri, dan ruang pendukung.

    8–20 minggu, tumpang tindih dengan struktur Yang kami kerjakan

  7. MEP & Utilitas

    Memasang daya, HVAC, plambing, pemadam kebakaran, IPAL, dan utilitas proses.

    10–24 minggu, sebagian paralel dengan arsitektur Yang kami kerjakan

  8. Commissioning & Serah Terima

    Menguji seluruh sistem, menutup defect, menerbitkan SLF, dan menyerahkan bangunan siap operasi.

    4–10 minggu, ditambah masa pemeliharaan 6–12 bulan Yang kami kerjakan

Delapan fase, tapi tidak delapan antrean.

Nomor fase menunjukkan urutan tanggung jawab, bukan garis waktu yang kaku. Sebagian besar proyek yang selesai tepat waktu justru karena beberapa fase berjalan bertumpuk.

Fase yang berjalan bertumpuk
Fase 02 + 03Desain dan perizinan berjalan bersamaan. Dokumen rencana teknis untuk PBG lahir dari proses DED yang sama.
Fase 04 + 05Pengadaan long-lead item dikunci saat pekerjaan tanah dan pondasi baru mulai, bukan setelah struktur berdiri.
Fase 05 + 06Selubung dikerjakan dari area yang sudah tertutup atap, agar pekerjaan MEP di dalam bisa dimulai lebih awal.
Fase 06 + 07MEP masuk mengikuti urutan penutupan area, dengan jalur rak pipa dan tray yang sudah dikoordinasikan di Fase 02.

Tidak semua klien butuh delapan fase.

Sebagian sudah punya desain, sebagian hanya butuh perizinan diselesaikan. Lingkup parsial kami terima, dengan batas tanggung jawab yang ditulis jelas sejak kontrak.

Bahas lingkup proyek Anda
Lingkup yang bisa diambil
Fase 01–03Desain dan perizinan saja. Anda memegang pelaksanaan sendiri atau menendernya terpisah.
Fase 05–08Pelaksanaan saja, untuk proyek yang desainnya sudah ada. Kami review desain lebih dulu dan menyampaikan temuan tertulis.
Fase 01–08EPC penuh. Satu kontrak, satu penanggung jawab, dari studi kelayakan sampai serah terima kedua.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa lama membangun pabrik dari lahan kosong?
Untuk pabrik atau gudang skala menengah di Jabodetabek dan sekitarnya, rentang yang wajar adalah sekitar 10 sampai 18 bulan dari studi kelayakan sampai serah terima, dengan perizinan dan desain berjalan paralel. Angka pastinya bergantung pada jenis pondasi, kompleksitas utilitas proses, dan kecepatan terbitnya PBG di daerah setempat. Kami menyampaikan jadwal per fase pada Fase 01, bukan satu angka tunggal.
Berapa biaya membangun pabrik per meter persegi?
Kami tidak menyebut angka per meter persegi sebelum melihat proyeknya, karena rentangnya terlalu lebar untuk berguna. Faktor yang paling menggerakkan biaya adalah jenis pondasi menurut kondisi tanah, tinggi bebas dan bentang struktur, spesifikasi lantai, kapasitas daya dan HVAC, kebutuhan IPAL, serta tingkat penyelesaian area kantor. Pada Fase 01 kami memberi estimasi dengan akurasi sekitar ±25 persen, lalu mengetat menjadi sekitar ±10 persen setelah DED dan BQ selesai.
Apakah TCC mengurus PBG dan SLF?
Ya. Perizinan adalah Fase 03 dalam urutan kerja kami, mencakup PBG, dokumen lingkungan UKL-UPL atau AMDAL, andalalin bila disyaratkan, serta rekomendasi teknis lainnya. Sertifikat Laik Fungsi diselesaikan pada Fase 08 bersama riksa uji K3, sehingga bangunan sah dioperasikan saat diserahterimakan.
Wilayah mana saja yang dilayani TCC?
Basis operasi kami di Jakarta, dengan wilayah kerja utama Jabodetabek dan sabuk industri di sekitarnya: Bekasi, Cikarang, Karawang, Purwakarta, Subang, Tangerang, dan Serang. Untuk proyek di luar wilayah tersebut, kami tinjau kelayakannya per kasus berdasarkan skala proyek dan ketersediaan rantai pasok setempat.
Bisakah TCC mengambil sebagian fase saja?
Bisa. Yang paling sering diminta adalah desain dan perizinan saja pada Fase 01 sampai 03, atau pelaksanaan saja pada Fase 05 sampai 08 untuk proyek yang desainnya sudah ada. Untuk paket pelaksanaan, kami melakukan review desain lebih dulu dan menyampaikan temuan secara tertulis sebelum menyepakati harga dan jadwal.

Ceritakan proyeknya.

Kirim garis besar: lokasi, perkiraan luas, jenis proses, dan target mulai produksi. Kami balas dengan pertanyaan yang perlu dijawab sebelum angka apa pun masuk akal.

Surel
halo@tccontractor.id
Telepon
+62 21 0000 0000
Jam kerja
Senin–Jumat, 08.00–17.00 WIB