Crane menara menyala di atas bangunan yang sedang dibangun pada malam hari

Satu kontrak.
Satu jalur
tanggung jawab.

Kami memikul proyek pabrik dan gedung dari studi kelayakan sampai serah terima kunci, supaya jadwal produksi Anda tidak menunggu koordinasi antar-vendor.

Basis
Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Wilayah kerja
Jabodetabek, Cikarang, Karawang, Serang
Model kontrak
EPC turnkey · Design–Build

Celah antara desain, pengadaan, dan pelaksanaan.

Kontraktor EPC menangani Engineering, Procurement, dan Construction dalam satu kontrak. Artinya satu pihak bertanggung jawab atas rekayasa desain, pengadaan material dan peralatan, serta pelaksanaan konstruksi sampai bangunan siap dioperasikan.

Perbedaannya dengan kontraktor umum baru terasa saat ada masalah. Ketika desain, pengadaan, dan pelaksanaan dipegang pihak berbeda, celah di antaranya jatuh ke pemilik proyek. Kami menutup celah itu dengan memegang ketiganya.

Cara kami bekerja
Lingkup dalam satu kontrak
E · EngineeringStudi kelayakan, basic design, FEED, DED arsitektur, struktur, dan MEP, perhitungan bertanda tangan ahli.
P · ProcurementTender paket kerja, seleksi vendor, pemesanan long-lead item, kontrak, inspeksi pabrik, logistik.
C · ConstructionPekerjaan sipil, struktur, arsitektur, MEP, sampai commissioning dan serah terima.
PerizinanPBG, UKL-UPL atau AMDAL, andalalin, rekomendasi damkar, hingga SLF saat serah terima.

Dari lahan kosong sampai serah terima kunci.

Setiap fase punya keluaran yang bisa diperiksa, penanggung jawab yang jelas, dan titik serah yang tercatat. Anda tahu apa yang selesai sebelum fase berikutnya dimulai.

  1. Perencanaan & Studi Kelayakan

    Menguji apakah proyek layak dibangun pada lahan, anggaran, dan jadwal yang tersedia.

    2–6 minggu Yang kami kerjakan

  2. Desain & Rekayasa

    Mengubah kebutuhan produksi menjadi gambar kerja, perhitungan, dan spesifikasi yang bisa dibangun.

    4–12 minggu Yang kami kerjakan

  3. Perizinan & Kepatuhan

    Mengurus PBG, dokumen lingkungan, dan rekomendasi teknis sampai proyek sah dibangun.

    4–16 minggu, berjalan paralel dengan desain Yang kami kerjakan

  4. Pengadaan

    Menender paket kerja, mengunci vendor, dan memesan barang berjangka panjang tepat waktu.

    6–20 minggu, berjalan menerus Yang kami kerjakan

  5. Pekerjaan Sipil & Struktur

    Menyiapkan lahan, menanam pondasi, dan mendirikan struktur beton serta baja.

    12–32 minggu, bergantung luas dan jenis pondasi Yang kami kerjakan

  6. Arsitektur & Selubung

    Menutup bangunan: atap, dinding, fasad, lantai, pintu industri, dan ruang pendukung.

    8–20 minggu, tumpang tindih dengan struktur Yang kami kerjakan

  7. MEP & Utilitas

    Memasang daya, HVAC, plambing, pemadam kebakaran, IPAL, dan utilitas proses.

    10–24 minggu, sebagian paralel dengan arsitektur Yang kami kerjakan

  8. Commissioning & Serah Terima

    Menguji seluruh sistem, menutup defect, menerbitkan SLF, dan menyerahkan bangunan siap operasi.

    4–10 minggu, ditambah masa pemeliharaan 6–12 bulan Yang kami kerjakan

Yang berubah dari satu sektor ke sektor lain.

Metode konstruksinya mirip. Yang berbeda adalah apa yang menentukan keputusan desain, dan itu yang menentukan biaya operasional Anda nanti.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu kontraktor EPC?
Kontraktor EPC adalah penyedia yang menangani Engineering, Procurement, dan Construction dalam satu kontrak. Artinya satu pihak bertanggung jawab atas rekayasa desain, pengadaan material dan peralatan, serta pelaksanaan konstruksi sampai bangunan siap dioperasikan. Pemilik proyek berurusan dengan satu penanggung jawab, bukan dengan konsultan, pemasok, dan kontraktor yang terpisah.
Apa bedanya kontraktor EPC dengan kontraktor umum?
Kontraktor umum biasanya membangun berdasarkan desain yang sudah disiapkan pihak lain, sehingga tanggung jawab desain tetap di konsultan dan pemilik. Kontraktor EPC ikut memikul tanggung jawab desain dan pengadaan, sehingga celah antara "gambar sudah benar" dan "bangunan sudah berfungsi" tidak jatuh ke pemilik proyek. Perbedaannya paling terasa saat ada masalah, karena tidak ada ruang saling menunjuk antar pihak.
Berapa lama membangun pabrik dari lahan kosong?
Untuk pabrik atau gudang skala menengah di Jabodetabek dan sekitarnya, rentang yang wajar adalah sekitar 10 sampai 18 bulan dari studi kelayakan sampai serah terima, dengan perizinan dan desain berjalan paralel. Angka pastinya bergantung pada jenis pondasi, kompleksitas utilitas proses, dan kecepatan terbitnya PBG di daerah setempat. Kami menyampaikan jadwal per fase pada Fase 01, bukan satu angka tunggal.
Berapa biaya membangun pabrik per meter persegi?
Kami tidak menyebut angka per meter persegi sebelum melihat proyeknya, karena rentangnya terlalu lebar untuk berguna. Faktor yang paling menggerakkan biaya adalah jenis pondasi menurut kondisi tanah, tinggi bebas dan bentang struktur, spesifikasi lantai, kapasitas daya dan HVAC, kebutuhan IPAL, serta tingkat penyelesaian area kantor. Pada Fase 01 kami memberi estimasi dengan akurasi sekitar ±25 persen, lalu mengetat menjadi sekitar ±10 persen setelah DED dan BQ selesai.
Apakah TCC mengurus PBG dan SLF?
Ya. Perizinan adalah Fase 03 dalam urutan kerja kami, mencakup PBG, dokumen lingkungan UKL-UPL atau AMDAL, andalalin bila disyaratkan, serta rekomendasi teknis lainnya. Sertifikat Laik Fungsi diselesaikan pada Fase 08 bersama riksa uji K3, sehingga bangunan sah dioperasikan saat diserahterimakan.

Ceritakan proyeknya.

Kirim garis besar: lokasi, perkiraan luas, jenis proses, dan target mulai produksi. Kami balas dengan pertanyaan yang perlu dijawab sebelum angka apa pun masuk akal.

Surel
halo@tccontractor.id
Telepon
+62 21 0000 0000
Jam kerja
Senin–Jumat, 08.00–17.00 WIB