Perencanaan & Studi Kelayakan
Menguji apakah proyek layak dibangun pada lahan, anggaran, dan jadwal yang tersedia.
Ringkasan fase 01
Perencanaan dan studi kelayakan adalah tahap pertama proyek EPC: kami memeriksa lahan, kebutuhan produksi, dan batas anggaran sebelum satu garis desain digambar. Tujuannya sederhana, yaitu memastikan keputusan membangun diambil dengan angka, bukan asumsi. Banyak proyek pabrik terlambat bukan karena pelaksanaan yang lambat, tetapi karena lahan ternyata tidak sesuai peruntukan atau daya listrik di kawasan tidak mencukupi. Tahap ini menemukan masalah itu ketika biaya perubahan masih mendekati nol.
Yang kami kerjakan
-
Verifikasi peruntukan lahan terhadap RTRW dan RDTR, termasuk KDB, KLB, GSB, dan KDH yang berlaku di lokasi.
-
Survei topografi dan penyelidikan tanah: sondir, bor dalam, SPT, dan uji CBR untuk menentukan jenis pondasi.
-
Menerjemahkan target produksi menjadi kebutuhan fisik: luas lantai, tinggi bebas, beban lantai kerja, lebar bentang, dan kebutuhan alat angkat.
-
Menyusun konsep tata letak dan alur material, dari penerimaan bahan baku sampai pengiriman barang jadi.
-
Kajian utilitas: ketersediaan daya PLN, air baku, gas, kapasitas IPAL, dan akses jalan untuk kontainer 40 kaki.
-
Estimasi biaya awal kelas 4 dengan akurasi sekitar ±25 persen dan penyusunan jadwal induk proyek.
-
Register risiko: banjir, kondisi tanah lunak, kegempaan menurut SNI 1726, akses lokasi, dan ketersediaan tenaga kerja.
Keluaran tahap ini
- Laporan studi kelayakan teknis dan biaya
- Block plan dan konsep tata letak
- Laporan penyelidikan tanah
- Estimasi biaya awal (RAB kelas 4)
- Jadwal induk proyek
- Register risiko dan rencana mitigasi
| Acuan tata ruang | RTRW / RDTR daerah, KKPR |
|---|---|
| Acuan kegempaan | SNI 1726:2019 |
| Uji tanah | Sondir, bor dalam, SPT, CBR |
| Akurasi estimasi | ±25% (kelas 4) |
| Durasi tipikal | 2–6 minggu |
Pertanyaan tentang fase ini
- Apakah studi kelayakan bisa dikerjakan sebelum lahan dibeli?
- Bisa, dan sebaiknya begitu. Kami rutin diminta menilai dua atau tiga kandidat lahan sebelum klien memutuskan membeli. Pemeriksaan peruntukan, daya listrik kawasan, dan kondisi tanah sering mengubah urutan pilihan lahan.
- Seberapa akurat estimasi biaya di tahap ini?
- Sekitar ±25 persen. Angka itu cukup untuk keputusan investasi dan pengajuan anggaran, tetapi belum cukup untuk kontrak. Estimasi mengetat menjadi sekitar ±10 persen setelah DED dan BQ selesai pada Fase 02.